Sejak Maret 2022, ia mengemban amanah sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor DKI Jakarta periode 2022–2026, setelah terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Wilayah XVIII yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede. Di bawah kepemimpinannya, GP Ansor DKI Jakarta diarahkan menjadi organisasi yang tidak hanya konsisten dalam menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga responsif terhadap tantangan zaman, terutama dalam menghadapi era digital, politik identitas, dan krisis toleransi.
Yakin Simatupang membawa visi kepemimpinan yang progresif dengan menekankan tiga pilar utama: kaderisasi berbasis kualitas, penguatan kapasitas digital kader, dan penguatan peran GP Ansor dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman Jakarta. Ia meyakini bahwa GP Ansor tidak cukup hanya menjadi benteng tradisi, tetapi juga harus menjadi agen transformasi sosial yang menjawab kebutuhan generasi muda saat ini.
Salah satu program unggulan di bawah kepemimpinannya adalah Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Akbar, yang dilaksanakan sebagai langkah awal mengonsolidasikan ribuan kader di Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, Yakin mendorong agar kader-kader Ansor mengenyam pendidikan tinggi, minimal sarjana, dan terlibat aktif dalam ruang-ruang intelektual serta advokasi publik. Ia bahkan menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan untuk memberikan akses beasiswa, termasuk melalui Universitas Terbuka.
Pada tahun 2024, ia dipercaya sebagai Tenaga Ahli Menteri Agama Republik Indonesia dalam bidang Hubungan Antar-Kelembagaan dan Humas, di mana ia turut merumuskan strategi komunikasi kebijakan publik serta memperkuat literasi digital di lingkungan Kementerian Agama. Ia sering tampil sebagai narasumber dalam forum-forum kebangsaan, media gathering, dan diskusi kebijakan, membawa pesan Islam yang moderat, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Sebagai figur publik, ia aktif menyampaikan gagasan dan aktivitasnya melalui media sosial, terutama Instagram dan platform digital lainnya, guna menjangkau generasi muda dan memperluas pengaruh dakwah kebangsaan yang moderat.








